Tampilkan postingan dengan label Pakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakar. Tampilkan semua postingan

Selasa

Xanthones Medical Test


     Xanthones as an Anti Inflammatory Medicine

In 1980 the Indian Journal of Pharmacology did a study on Xanthones and one of there findings was.
“All the xanthones exhibited anti inflammatory activity both by intraperitoneal and oral routes in rats as tested by carrageenin induced hind paw oedema, cotton pellet granuloma and granuloma pouch techniques, in normal and adrenalectomised rats.”
YR:1980-VL12-ISS.3 PG 181-191

     Effects of xanthones, from mangosteen, in human leukemia cell lines.

In August of 2003 the Gifu International Institute of Biotechnology examined the effects of six xanthones from the pericarps of the mangosteen fruit, Garcinia mangostana, on the cell growth inhibition of human leukemia cell line HL60.

     All xanthones displayed growth inhibitory effects.

Among them, alpha-mangostin showed complete inhibition at 10 microM through the induction of apoptosis.
PMID: 12932141 Gifu International Institute of Biotechnology, 1-1 Naka-Fudogaoka, Kakamigahara, Gifu 504-0838, Japan.


     Antimycobacterial activity of prenylated xanthones from the fruits of mangosteen.

Prenylated xanthones, isolated from the fruit hulls and the edible arils and seeds of mangosteen, were tested for their antituberculosis potential. Alpha- and beta-mangostins and garcinone B exhibited strong inhibitory effect against Mycobacterium tuberculosis.
Chem Pharm Bull (Tokyo). 2003 Jul;51(7):857-9.

     Evaluation of the antifungal activity of natural xanthones from Garcinia mangostana (mangosteen) and their synthetic derivatives.

The antifungal activity of several xanthones isolated from the fruit hulls of mangosteen and some derivatives of mangostin against three phytopathogenic fungi, Fusarium oxysporum vasinfectum, Alternaria tenuis, and Dreschlera oryzae, has been evaluated. The natural xanthones from mangosteen showed good inhibitory activity against the three fungi.
J Nat Prod. 1997 May;60(5):519-24.
source : www.mangosteeneffect.com

Dr. Sam Walters Master Bidang Biologi Sains



Dr. Sam Walters
Naturopath; Master dalam Sains Biologi dengan penekanan pada nutrisi manusia
Saya telah menghasilkan formula bagi produk untuk beberapa buah perusahaan selama lebih dari 30 tahun, termasuk Pusat Angkasa Luar Amerika NASA untuk para astronot, perusahaan farmasi dan berbagai badan nutrisi. Saya selalu mencari produk dan perusahaan baru yang mempunya sesuatu yang berbeda. Jus manggis adalah sesuatu yang lebih dari unik. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menelitinya.
Jika anda mengetahui apa yang saya tahu mengenai buah manggis, anda pasti tidak akan pergi ke mana-mana tanpa membawa jus manggis bersama anda. Antioksidan sangat penting untuk masa penyembuhan dari berbagai penyakit. Jika anda mengetahui buah manggis, ia memiliki banyak sekali khasiat alami, dan bukti keperkasaannya bukanlah sekedar dongeng. Fakultas-fakultas pengobatan di seluruh dunia telah melaksanakan penelitian yang menunjukkan bahwa buah manggis mengandung unsur-unsur yang mampu membantu memulihkan secara langsung berbagai macam penyakit saat ini.
Fakta terbaru menunjukkan satu dari empat orang warga Amerika mengidap penyakit kanker, dan setiap satu dari lima orang meninggal dunia. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan. Kami merawat banyak sekali pasien pengidap kanker di klinik kami. Hal pertama yang kami cari adalah logam berat dalam air seni si pasien. Logam berat dapat memusnahkan sistem imun tubuh, dan kami banyak menjumpainya pada hampir semua penderita kanker. Kami mencoba membersihkan logam berat ini dari tubuh penderita, dan manggis membantu melakukannya. Manggis merupakan anti oksidan. Kulitnya saja mengandung Xanthone atau suatu bentuk antioksidan yang berguna terhadap menanggulangi penyakit kanker payudara, kanker paru-paru, kanker perut, dan sejenis leukimia.

Kebanyakan penderita yang kami rawat terdiri dari penderita pada stadium 4 ke atas. Dalam beberapa kasus, mereka diperkirakan dapat bertahan hidup hanya enam hingga delapan minggu saja. Kami sering menyaksikan hasil yang menggembirakan, jus manggis menjadi salah satu senjata dalam perjuangan kami. Jus manggis ini telah banyak menolong hidup mereka.
Jika tubuh kita sakit, yang diperlukan adalah bahan biologi, bukan bahan kimia. Pada zaman sekarang ini kita sudah amat tercemar dengan bahan kimia, bahan pencemar lain dan bahan-bahan tiruan. Kita harus belajar melakukan sesuatu yang bersifat mencegah, sepert mengkonsumsi buah manggis. Salah satu hal yang dapat anda lakukan untuk sistem imun tubuh anda adalah pencegahan.

Dr. Ir. Raffi Paramawati, M.Si Balai Besar Pengembangan Pertanian



XAMthone Plus – Minuman Suplemen Kesehatan Generasi Baru Berbahan Baku Manggis
Alam Indonesia sebagai daerah beriklim tropik terbukti sangat cocok untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman manggis. Manggis (Garcinia Masngostana L) merupakan salah satu komoditas buah yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan di berbagai daerah dengan ekologi yang cocok untuk pertumbuhan manggis. Tanaman manggis secara umum masih dibudidayakan secara tradisional dan turun temurun, belum banyak sentuhan teknologi modern, sehingga peluang peningkatan produksi, kualitas dan pemasaran masih terbuka. Saat ini manggis merupakan salah satu primadona ekspor yang menjadi andalan Indonesia untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, karena manggis digemari di luar negeri. Namun jumlah manggis yang dapat diekspor hanya 10% dari total produksi (60.000 ton).
Bagian yang biasanya dikonsumsi dari buah manggis adalah daging buah, yang mempunyai rasa asam-manis lezat, yang membuat manggis dijuluki sebagai Ratu Buah (Queen of Fruits). Namun ternyata bagian yang paling berkhasiat bagi kesehatan tubuh adalah kulit buah manggis. Dalam kulit terdapat super antioksidan alami yang dikenal dengan nama XAMthone Plus.


XAMthone merupakan molekul besar yang terdiri dari berbagai komponen super antioksidan, misalnya alpha-Mangostin; Garcinone A; beta-Mangostin; Garcinone B; 3-Isomangostin; Garcinone C; Mangostanol; Garcinone D; Maclurin; Garcinone E, Catechins and polyphenols, Vitamin C dan sebagainya.
Antioksidan diperlukan tubuh untuk untuk mencegah kerusakan akibat serangan radikal bebas, melalui perlindungan terhadap protein, sel, jaringan dan organ-organ tubuh. Antioksidan telah terbukti dapat mencegah penuaan dini (anti aging), mencegah penyakit jantung, mencegah berbagai jenis kanker, mencegah kebutaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Banyak antioksidan alami yang terdapat dalam makanan kita, antara lain askorbat (vitamin C), tokoferol (vitamin E), karotenoid (vitamin A) dan poliphenol (antioksidan dalam teh dan dedaunan). Namun kesemuanya itu kemampuannya jauh di bawah XAMthone dari manggis. Sebagai contoh, antioksidan dalam jeruk mempunyai nilai 2400 ORAC per 100 oz, sedang XAMthone mempunyai nilai 20.000 ORAC.
XAMthone Plus juga terbukti mempunyai keunggulan mampu menjelajah seluruh tubuh untuk menetralkan radikal bebas, sehingga tubuh kita menjadi lebih bersih dan lebih sehat daripada sebelumnya. Selain itu, XAMthone mempunyai sifat sebagai antikanker, antiinflammatory, antimikroba, antialergi, menurunkan cholesterol, tekanan darah dan kadar gula, serta membantu menyembuhkan penyakit degeneratif (jantung, stroke, katarak) dan masih banyak lagi.
Saat ini ekstrak XAMthone dari manggis telah diproduksi dengan merek XAMthone plus. Produk dalam bentuk minuman suplemen ini baru pertama kali diproduksi di Indonesia dalam skala industri. XAMthone Plus adalah estrak buah manggis yang dikombinasikan dengan rosella, madu,anggur dan apel sehingga memberikan rasa sensasional, sehingga cocok disebut sebagai minuman suplemen generasi baru. Dalam aplikasinya pada pengguna, XAMthone Plus terbukti mampu memberikan reaksi cepat dalam mematikan penyakit akibat mikroba (bakteri, fungi, virus, parasit) dan secara signifikan mampu memperbaiki sistem dalam tubuh (menormalkan kandungan gula dalam darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat dan sebagainya). Bahkan bukti spektakuler terjadi pada kesembuhan beberapa penderita stroke, penurunan fungsi ginjal, kanker payudara, leukemia dan masih banyak lagi. mampu meningkatkan stamina dan kekebalan, disamping akan melindungi tubuh dari penyakit degeneratif.
Minumlah XAMthone Plus  setiap hari untuk kesehatan yang sempurna. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mulailah hidup sehat dengan XAMthone Plus, The MIRACLE of nature, Amazing juice for amazing Health

Dr. Finsand ( Pakar Pengurutan tulang Belakang )


Sejak zaman dahulu, masyarakat Asia Tenggara sudah mengecap manisnya buah manggis yang istimewa itu yang berada di pasaran bebas. Rasanya yang lezat dan berkhasiat medis bukan hanya berperan sebagai pemanis di mulut, tetapi juga menyembuhkan orang-orang yang terkena sakit disentri, peradangan, dan nyeri.

Semua masalah otot dan tulang memiliki satu masalah yang sama, yakni peradangan. Gejala peradangan timbul jika jaringan tubuh tidak mampu pulih seperti semula. Sel-sel dimusnahkan, dan akhir dari pemusnahan itu adalah timbulnya molekul yang berfungsi sebagai hormon yang disebut prostaglandin, yang menyebabkan rasa nyeri dan peradangan. Bahan perantara dalam proses ini adalah sejenis enzim yang dikenal dengan nama COX-2. Enzim COX-2 inilah yang menyebabkan peradangan, bengkak, dan rasa nyeri.
Pada tahun 1981 sewaktu saya sedang berselancar di Hawaii, saya mengalami cedera punggung. Saat itu, saya terjerembab ke bagian bawah papan seluncur dengan tekanan air yang sangat kuat, sehingga tubuh saya menjadi bengkok ke belakang, dan mematahkan empat bagian tulang punggung saya. Selama dua puluh tahun saya menerima terapi chiropractic, dan berusaha hidup normal seperti sediakala. Namun, rasa nyeri yang saya rasakan semakin menjadi-jadi karena poros peradangan semakin berkembang, dan degradasi telah terjadi di beberapa bagian tulang punggung.
Baru-baru ini, saya menerima informasi tentang jus manggis. Saya diberikan kesempatan untuk merasakan jus buah itu, dan ini merupakan permulaan besar dalam perubahan kesehatan saya, hidup, dan pekerjaan saya. Saya menerapkan pemakaian produk ini di klinik saya, dan saya merekomendasikan penggunaannya kepada para pasien saya. Mereka semua memperoleh hasil yang menakjubkan. Baru kali ini saya temui buah murni yang mampu berkhasiat seperti kebanyakan herbal lainnya. Berhubung hasil yang sangat memuaskan dengan buah manggis, sekarang saya sudah bebas dari obat-obatan kimiawi, dan hampir sepenuhnya lepas dari rasa nyeri yang saya derita sepanjang 21 tahun terakhir. Penelitian yang saya lakukan terhadap produk ini meyakinkan saya bahwa buah manggis dapat menyembuhkan peradangan kronis pada sel-sel tubuh. Saya juga menemukan bahwa buah manggis merupakan pencegah penyakit yang sempurna. Dalam dunia pengurutan tulang belakang dan persendian, pencegahan adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan.
Dr. Finsand adalah pakar pengurutan tulang belakang dan persen-dian yang resmi, dan juga pengarang buku Mangosteen Triple Play.

Dr. Berna Allya



Kulit Buah Manggis Mengandung Anti Oksidan Super
Selain nangka-nangkaan, komoditas buah yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan adalah manggis yang popular sebagai queen of fruits. Dr. Berna Elya, periset jurusan Farmasi Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa manggis sebagai antioksidan. Menurut dr. Paulus Wahyudi Halim, dokter sekaligus herbalis di Tangerang, Banten, antioksidan ‘menangkap’ radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat.
Disebut radikal bebas lantaran atom atau kelompok atom itu memang dalam keadaan bebas alias tidak terikat dengan gugus lain. Radikal bebas mempunyai elektron yang tak berpasangan. Jika diibaratkan radikal bebas mirip orang jahat, belum berpasangan, tangan tak terikat sehingga usil mengambil gambar orang. Faktanya radikal bebas memang menangkap molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu beragamnya penyakit degeneratif.
Antioksidan itu bagai orang baik yang menangkap si jahat tadi setelah melepas molekul. Pada kulit manggis, ‘orang baik hati’ itu bernama XANTHONE. Kadarnya mencapai 123.97 mg per 100 ml. Turunan antioksidan itu antara lain 3-isomangostin, alphamangostin, gammamangostin dan garcinone A.
Nama Garcinone A mudah ditebak, nama dari genus pohon asal Kalimantan itu, Garcinia mangostana. Itu mengabadikan nama ahli botani dari Perancis Laurent Garcin.
Khasiat XAMthone bukan sekedar antioksidan, tetapi juga antikanker seperti hasil riset Moongkarndi. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol itu menguji XAMthone dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel kanker payudara manusia. Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis atau mendukung penghancuran sel kanker.
Chi Kuan Ho dari Veterans General Hospital dari Taipei mengungkapkan bahwa turunanXAMthone mujarab mengatasi sel HCCs hepatocellular carcinomas atau kanker hati. Turunan XAMthone itu adalah Garcinone E. Kami menyarankan bahwa Garcinone E mungkin berpotensi untuk digunakan dalam perawatan beberapa tipe kanker yang berhubungan dengan pencernaan dan paru-paru.
Mancanegara
Khasiat XAMthone lain sebagai antibakteri dan antivirus sebagaimana hasil riset Matsumoto. Dalam uji invitro, periset Gifu International Institute of Biotechnology itu membuktikan XAMthone tokcer mengatasi Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab tuberculosis (TB).
Dalam hal jumlah pengidap TBC, saat ini di Indonesia peringkat ke-3 setelah Cina dan India. Padahal obat anti TBC berserakan di negeri ini. Keperkasaan XAMthone juga melibas human immunodeficiency virus penyebab anjloknya kekebalan tubuh. Senyawa itu menghambat replikasi.
Faedah lain manggis adalah anti jerawat. Itu gara-gara Chomnawang, periset Fakultas Farmasi Universitas Mahidol, membuktikan manggis bersifat antibakteri. Dalam riset itu ekstrak kulit manggis menghambat perkembangan bakteri Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Remaja perempuan mungkin paling membenci kedua makhluk liliput itu.
Gara-gara bakteri mungil itu, pipi mereka bertabur jerawat. Chomnawang mengukur efek antikroba dengan 2 cara, disc diffusion dan broth dilution. Yang disebut pertama berarti mengukur efek antikroba dengan 2 cara, disc diffusion dan broth dilution. Yang disebut pertama berarti mengukur efek melawan bakteri yang tumbuh di dalam kultur dengan media agar metode broth dilution, dengan media kaldu. Hasilnya ekstrak paling kuat menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat. Kulit buah anggota famili Cluciaceae itu mengungguli ketepeng senna alata, kirinyu Eupatorium odoratum, dan landik Barleria lupulina.
Begitu lebar tabir manggis yang tersingkap. Sayang, di tanah leluhurnya sang eksotis berjuluk ratu buah itu, belum banyak dimanfaatkan. Mungkin sebaliknya di mancanegara. Selama ini negara-negara maju seperti Uni Emirat Arab, Hongkong dan Belanda mengimpor manggis asal Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat volume ekspor Indonesia pada 2004 lebih dari 3 ribu ton dari total produksi 62.117 ton. Setahun kemudian volume ekspor melambung 8.472 ton, produksi 64.711 ton.
Boleh jadi tak Cuma daging buah kaya vitamin C-66 mg-yang mereka nikmati, tetapi juga kulit nan multikhasiat. Antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner, mengatasi HIV, cuma sebagian kecil dari khasiat kulit yang selama ini menghiasi tong sampah. Tabir yang menyelimuti jack dan queen tersingkap. Di rimba raya sana terdapat banyak komoditas yang masih menjadi misteri, dan manggis adalah sebuah misteri alam untuk kebaikan manusia.

Mengenai XAMthone Plus